Nabi Muhammad SAW adalah pejuang yang paling gigih untuk meningkatkan martabat wanita. Esensi paling mendasar dari emansipasi wanita tercantum dalam kitab suci yang diwahyukan kepadanya. Rasulullah bahkan mengecam dan ikut memberantas praktek Jahiliyah yang berupaya pembunuhan bayi wanita. Beliau begitu hormat pada istri, sampai rela tidur di depan pintu hanya agar istrinya tidak terganggu dari tidurnya yang pulas. Beliau begitu sayang pada wanita aktif terbukti bahwa seorang istrinya adalah saudagar bernama Khadijah. Istrinya yang lain Aisyah diberikannya kesempatan untuk ikut berjuang.
SUMBER :
Marwah Daud Ibrahim, Teknologi Emansipasi dan Transendensi, (Bandung : Mizan, 1994),Cet.ke-1, h. 124
KONTRIBUTOR :
Admin